LAPANGAN BAJRA SANDI, RENON, DENPASAR
BERITA HARI INI
REDAKSI DenPost Penting BERITA KEMARIN

Kamis, 17 Oktober 2002

KRIMINAL

NURANI

METRO BALI

HIBURAN

CITRA BALI

DARI BANJAR KE BANJAR

  PROFIL

OLAH RAGA

 

      Index Berita Hari Ini :       
 

www.balipost.co.id

 

BALI TV

 

bisnisbali.com

 

 

 

 

 

Kamis, 17 Oktober  2002

Segera Tertibkan Penduduk

TRAGEDI Sabtu Kelabu di Legian, Kuta, 12 Oktober 2002 memberikan keyakinan kepada Bali, supaya kembali melakukan penertiban terhadap penduduk yang berkunjung ke Bali. Kini sejumlah Pemkab dan Pemkot sudah memiliki perda mengenai kependudukan. Perda tersebut mengatur bagaimana penduduk pendatang didata secara tertib oleh pihak kecamatan dan desa setempat.

Sayangnya perda tersebut disalahartikan, bahkan disalahgunakan untuk menggali dana oleh sejumlah desa. Perda yang mengatur adanya kipem (kartu identitas penduduk musiman), bukannya dimanfaatkan menjaring penduduk pendatang yang liar, tapi lebih banyak dimanfaatkan atau digunakan meng-kipem penduduk lokal (Bali).

Ada sejumlah keluhan, bahwa penduduk yang memiliki KTP Badung, malah kena kipem di wilayahnya sendiri, jika ia tinggal di luar kecamatannya sendiri. Begitu juga seseorang yang sudah punya KTP Denpasar, asal Denpasa Selatan misalnya, jika bisnis dan tinggal di Denpasar Timur diberikan kipem lagi, sebab dianggap pendatang di wilayah tersebut.

Penerapan kipem oleh aparat kecamatan, yang sudah pasti diketahui oleh aparat kabupaten/kodya tersebut memang memalukan. Bayangkan, masak penduduk Badung atau Denpasar yang sudah punya KTP wilayah itu harus didata lagi di daerahnya sendiri? Apa ini bukan sekadar untuk mendapatkan duit? Untuk dimaklumi, tiap memperpanjang kipem diperlukan dana puluhan ribu. Sementara mencari KTP di Badung bisa gratis!.

Menurut hemat kita, seharusnya kipem dipakai menertibkan penduduk pendatang dari luar Bali, yang tidak jelas juntrungnya. Sangat aneh, orang sudah punya KTP Bali ditertibkan pemrop Bali sendiri. Orang sudah punya KTP Badung, ditertibkan dengan kipem oleh aparat Pemkab Badung. Mendingkan kalau razia KTP, mungkin lebih masuk akal.

Kalau mau tertib penduduk, tertibkanlah pendatang (liar) dari desa adat (desa pekraman). Jika perlu dengan sistem kipem yang mahal harganya. Jangan cari uang dengan menjerat penduduk sendiri, seperti berburu di kebun binatang.

Pemboman di Legian Kuta, punya korelasi terhadap kurang tertibnya pendataan pendatang di Bali, baik melalui udara, darat dan laut, termasuk penertiban yang dilakukan desa, kecamatan dan kabupaten. Jangan sampai terjadi, orang sendiri dijerat habis-habisan, sementara pendatang yang tak karuan-karuan identitasnya dibiarkan berkeliaran di Bali. Kita sepakat segera tertibkan penduduk dengan sistem dan sasaran yang jelas.



ARUS BAWAH

Keprihatinan Solidaritas Pengacara Bali

Kebiadaban teroris yang meledakkan bom di Legian Kuta dan Renon, Denpasar 12 Oktober 2002 telah merenggut nyawa dan melukai ratusan orang serta menimbulkan penderitaan yang terkira pada keluarga mereka yang mendapat musibah. Atas nama pengurus Solidaritas Pengacara Bali, kami menyampaikan beberapa pernyataan berikut :

1. Ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa warga negara asing dalam tragedi biadab yang tidak berperikemanusiaan tersebut.

2. Mengutuk tindakan biadab tersebut dan mendoakan agar Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Kuasa memberikan hukuman yang seadil-adilnya kepada para pelaku maupun aktor intelektualnya. Tragedi biadab itu telah menimbulkan kerugian tak ternilai dan tak akan pernah bisa dihapuskan dari catatan sejarah kemanusiaan mencintai persaudaraan dan perdamaian.

3. Mendesak serta mendoakan agar Polri beserta seluruh jajarannya segera bisa, mengangkap pelaku, mengusut sampai ke aktor intelektual dari kebiadaban tersebut, menyeretnya ke pengadilan untuk dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

4. Mengajak seluruh eksponen dan komponen masyarakat khususnya di Bali maupun di luar Bali agar tidak terpengaruh oleh provokasi yang mungkin saja mencoba mengadu domba agar eksponen masyarakat yang beragam itu masuk dalam kancah konflik dan pemusnahan, seperti yang sudah terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Siapapun mereka yang melakukan kebiadaban tersebut dan dari kelompok manapun asalnya, agar mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum maupun di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ketua,

Wayan Sedana, S.H.

Sekretaris,

Wayan Ariawan, S.H.

Himbauan Forum Merah Putih

Mengamati perkembangan terakhir kondisi bali pascapeledakan bom di Legian, Kuta dan Renon, Denpasar, Sabtu, 12 Oktober 2002, kami dari Forum Merah Putih menyatakan :

1. Perasaan duka yang mendalam bagi korban dan keluarga korban serta mengutuk pelaku peledakan bom di Legian, Kuta dan Renon Denpasar pada Sabtu malam, 12 Oktober 2002.

2. Mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpancing dan tidak mudah dipecah-belah oleh provokasi-provokasi dari orang atau kelompok yang tidak jelas atau tidak bertanggungjawab. Bila menemukan sesuatu yang mencurigakan agar tidak main hakim sendiri, melainkan melaporkan ke aparat kemanan/aparat pemerintah setempat.

3. Mengimbau seluruh elemen masyarakat pemerintah dan aparat keamanan untuk segera melakukan introspeksi diri atas apa yang diperbuat Bali selama ini, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang.

4. Mengajak kepada seluruh masyarakat pariwisata Bali (baik langsung maupun tidak langsung) tidak terjebak pada kesedihan dan keterkejutan yang berlarut-larut. melainkan segera mengambil langkah-langkah bersama, taktis dan strategis untuk memulihkan puing-puing kehancuran ekonomi sektor pariwisata Bali.

5. Mengimbau segala elemen masyarakat tanpa dibatasi sekat-sekat ras, agama dan golongan untuk bersatu dan tetap saling menghargai dalam kehidupan yang damai dan demi Bali yang lebih baik.

Ketua,

Drs. Putu Suasta



POSKO

Sejumlah saksi sudah diperiksa polisi, terkait peledakan di Kuta.

Semoga jelas terkuak.

Bantuan mengalir ke RSUP Sanglah, untuk para korban peledakan di Kuta.

Semua menyatakan keprihatinan.

Sejumlah turis mohon keselamatan dengan sembahyang ala Hindu di pantai Kuta.

Semoga Ida Hyang Widi Wasa memberkahi kita semua.

 

Pan Kobar

 

 

 
             

Alamat Redaksi  Jalan Kebo Iwa No. 63 A Denpasar Barat. Telepon 0361-416669 (Hunting) Fax 0361-416679