![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
Kamis, 17 Oktober 2002 |
|||||
|
|
|||||
| Index Berita Hari Ini : | ||||||
|
|
|
Pensiunan TNI AU Diduga Terlibat Bom * 7 WNA dan 1 WNI Diperiksa Intensif
Kereneng, DenPost Penyelidikan polisi atas kasus peledakan bom di SC Kuta, mulai menemui titik terang. Yang mengejutkan, konon seorang pensiunan perwira menengah (pamen) dari TNI AU diduga terlibat sebagai perakit bom tersebut. Selain itu, tujuh WNA dan seorang WNI yang dicurigai terlibat, masih diperiksa intensif oleh polisi. Seorang sumber di Polda Bali, Rabu (16/10) kemarin menyebutkan polisi memang menangkap pensiunan pamen TNI AU berinisial DM, Senin (14/10) malam lalu. DM ditangkap di daerah Tuban, Kuta tanpa perlawanan. Demi keamanan dan keselamatan DM, polisi terpaksa melarikannya ke Mabes Polri untuk diperiksa secara intensif di sana. ‘’Kalau anda nggak percaya, coba saja tanya ke Kapolda Bali,’’ ujar sumber tadi kepada wartawan. Di tempat terpisah Kapolda Brigjen Pol. Drs. Budi Setyawan yang dimintai konfirmasi semula terkesan membantah. ‘’Siapa bilang pamen TNI AU?’’ ujarnya bernada tinggi di hadapan wartawan dalam dan luar negeri. Cuma dia tak membantah pertanyaan, ada indikasi pensiunan TNI AU tersebut terlibat. Menurutnya, informasi itu akan ditindaklanjuti untuk mengungkap kasusnya. Didesak dimana sebenarnya DM berada, Kapolda mengatakan masih ada di Denpasar bersama seorang sipil yang turut ditangkap. Keduanya dipastikan bukan orang Bali. Ini berbeda dengan keterangan sumber yang menyebutkan DM diamankan di Mabes Polri. Keduanya diperiksa khusus karena indikasi keterlibatannya cukup kuat. Apa statusnya sudah tersangka? ‘’Belum, belum. Mereka masih jadi saksi. Apakah nanti jadi tersangka atau tidak, kita tunggu hasil pemeriksaan dulu,’’ tegas jenderal berbintang satu ini. Tentang hasil terakhir, Kapolda Bali mengatakan saat ini sudah lebih dari 50 saksi diperiksa. Dari mereka yang tersaring, delapan orang terdiri dari tujuh WNI dan satu WNA dilanjutkan pemeriksaan lebih intensif. ‘’Mereka cuma terindikasi atau diduga ada kaitannya dengan kasus bom tersebut. Statusnya masih saksi,’’ tegasnya. Kapolda menambahkan sudah menyebarluaskan informasi yang dimiliki kepada intelijen jajaran Kodam IX/Udayana dan Badan Intelijen Nasional (BIN). Mereka turut mem-back up penyelidikan polisi sebatas memberi informasi terbaru. ‘’Prinsipnya tak ada kejahatan tanpa meninggalkan bekas. Kami yakin itu,’’ tegas Kapolda. (161)
Akhirnya, Jenis Bom Terdeteksi BERGULAT selama tiga hari di lokasi peledakan bom, tim forensik gabungan dari Polri dan polisi luar negeri akhirnya bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak di SC. ‘’Jenis bomnya RDX berkekuatan besar, hingga mampu meruntuhkan empat bangunan yang ada di sekitarnya,’’ ujar Kapolda Bali Brigjen Pol. Drs. Budi Setyawan dalam jumpa pers Rabu (16/10) kemarin. Ditambahkannya penelitian forensik antara lain di bekas jelaga yang melekat pada serpihan-serpihan. Dari sana bisa diketahui zat apa yang melekat. Bagaimana dengan kendaraan yang mengangkut bom tersebut? Ternyata dari penelitian potongan besi yang ditemukan di tempat kejadian, mobil yang digunakan pelaku peledan adalah jenis minibus. Kapolda sempat menyebutkan jenis Mitsubishi L 300, tapi Kadispen AKBP Y. Suyatmo buru-buru meluruskan bahwa jenisnya minibus. ‘’Itu baru dugaan. Untuk kepastiannya masih dalam penyelidikan,’’ tegasnya. Kapolda cuma manggut-manggut saja membenarkan. Mengenai jenis bom yang meledak di SC dan Paddy’s Club, kata Kapolda, merupakan jenis RDX dan HBX. Sedangkan yang meledak di lapangan Renon adalah jenis TNT. Ketika didesak apakah keduanya merupakan bom standar TNI, Kapolda tak mau komentar dengan alasan hal itu belum jelas. Apakah bahan pembuat bom seperti itu bisa didapat di Indonesia? Dengan tegas Budi Setyawan mengatakan, ‘’Jenis ini bisa saja didapat di sini. Tapi kami masih belum jelas, beratnya itu berapa hingga bisa sekuat itu daya ledaknya.’’ Di bagian, Kalabfor Cabang Denpasar Kombes Pol. Drs. Budiono seusai jumpa pers mengatakan, polisi tahu jenis mobil pelaku peledakan bom dari keterangan montir yang diperbantukan di tempat kejadian. Tentang potongan onderdil mobil yang ‘’terbang’’ ke atap gedung Aloha, Kalabfor mengatakan belum diketahui. ‘’Kami masih menyelidiki bahan-bahan lain dengan alat yang baru. Kami masih menunggu alatnya dari Mabes Polri,’’ tandasnya seraya buru-buru masuk mobil. Kapolda menambahkan proses identifikasi jenazah masih berlangsung hingga kini. Polisi dalam hal ini dibantu tim forensik dari UI, Airlangga, Unud dan Australia. Polisi Jerman juga telah menyanggupi membantu polisi Indonesia, dengan mengirimkan ahli darah. Menurut seorang tim Jihandak, RDX alias cyclotrimethylenetrinitramine juga dikenal sebagai cyclonite atau hexogen. Bentuknya kristal putih padat, umumnya digunakan dalam campuran dengan bahan peledak lain atau minyak dan lilin. Karenanya bom ini bisa dibentuk seperti apa saja untuk menghilangkan kecurigaan orang. ‘’Bom jenis ini sangat stabil, dan daya ledaknya paling kuat dibanding lainnya yang dipakai militer. Kalau TNT sifatnya sangat sensitif terhadap panas dan benturan, nah kalau HBX, itu campuran antara RDX dan TNT,’’ ucap perwira tersebut. (hen)
Guruh-Sabina Kunjungi Sal Melati * Trenyuh, ‘’Semaput’’ SUASANA sal Melati RS Sanglah, Rabu (16/10) kemarin, tampak lain dari biasanya. Kedatangan pasangan suami-istri (pasutri), Guruh Soekarnoputra dan Guseynova Sabina Padmavati yang baru saja menikah, menyedot perhatian pers dan pengunjung yang ada di RS Sanglah. Ketika keduanya memasuki sal Melati yang dihuni 26 korban bom, wajah Sabina mendadak tegang. Demikian juga ketika pakaian standar ruang steril dikenakan, matanya menerawang menatap korban yang terbaring dengan luka bakar yang cukup serius. Di bagian lain Guruh tampak tenang. Dia sempat lupa mengenakan kaca mata dan baru tersadar ketika berhadapan dengan seorang pasien. Sementara itu sejumlah wartawan di depan ruang Melati tampak gelisah, karena ruangan yang dulu dikenal sebagai sal kelas III dijaga ketat oleh aparat keamanan, khususnya dari TNI Angkatan Darat. Kesabaran para wartwan dan fans Guruh yang memadati depan pintu, tak segera mendapatkan jawaban, karena pasangan yang menyatakan batal mengadakan perjamuan pernikahan di Blitar dan Bali ini, tak kunjung ke luar dari dalam ruangan. Apa yang terjadi? Ternyata Sabina serius menyaksikan para korban kekejaman teroris itu, tak kuasa menahan perasaannya. Dia trenyuh menyaksikan warga Indonesia yang dirawat tersebut, semuanya dalam kondisi menyedihkan. Menjelang pakaian steril dilepaskan, Sabina langsung ‘’semaput’’. Para petugas kontan panik dan segera menggotongnya ke ruangan pertemuan di bagian utara depan sal Melati. Karena ruangan tertutup, pengunjung dan wartawan yang memadati depan pintu tak mengetahui kejadian sebenarnya. Benar saja, Guruh ke luar sal sendirian. Sedangkan istrinya ke luar beberapa menit kemudian melalui pintu dapur. Para pengawal sempat mengecoh wartawan dengan masuk sal Gadung yang berhubungan langsung ke jalan memutar di belakang RS Sanglah. Di dalam mobil sedan yang telah menunggu, Sabina masih tampak tak sehat dan langsung meninggalkan RS Sanglah. (kom)
Petugas gabungan bekerja keras mengungkap kasus peledakan bom di reruntuhan bangunan SC di Legian, Kuta.
Di tempat lain, Guruh Soekarnoputra dan Guseynova Sabina Padmavati melihat dari dekat korban ledakan bom yang dirawat di sal Melati RS Sanglah, Rabu (16/10) kemarin. |
||||
Alamat Redaksi Jalan Kebo Iwa No. 63 A Denpasar Barat. Telepon 0361-416669 (Hunting) Fax 0361-416679