![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
Kamis, 17 Oktober 2002 |
|||||
|
|
|||||
| Index Berita Hari Ini : | ||||||
|
|
|
Cut Sarah, Si Genit Perayu Pria SELANGKAH lagi obsesi Cut Sarah di pentas sinetron nasional bakal kesampaian. Sebelumnya, wanita yang juga bintang iklan ini ingin berperan sebagai pelacur. Meski sedikit berbeda, dalam sinetron terbaru produksi Multivision Plus yang bertajuk ‘’Doa dan Anugrah’’, Cut Sarah dipercaya untuk memerankan wanita genit yang gemar merayu laki-laki. ‘’Aku ingin banget mendapatkan peran sebagai pelacur,’’ ujar pemeran Susi di sinetron Doa dan Anugrah ini. Menurut Sarah, peran di sinetron tersebut tak kalah menantang. Pasalnya, ia harus selalu mengumbar rayuan. ‘’Untuk yang satu ini, aku harus mengerahkan kemampuan aktingku,’’ tambah model iklan ini. Diakui Sarah, berkat peran-peran antagonis ia memiliki pengalaman tidak mengenakkan. ‘’Pernah ketika ketemu ibu-ibu di jalan, mereka memaki hingga bertanya kok bisa saya sejahat itu,’’ ujar Sarah yang turut memperkuat sinetron ‘’Air Mata Ibu’’ yang dibintangi Gunawan dan Vira Yuniar ini. Pengalaman seperti itu tidak membuat Cut Sarah kapok untuk menggeluti peran-peran antagonis. Bagi Sarah, karakter dia sesungguhnya jauh berbeda dengan di sinetron. ‘’Semua itu kan hanya apresiasi masyarakat terhadap peranku saja,’’ tambah ibu seorang anak ini. Seputar peran-peran yang dibawakan selama ini, Cut Sarah mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarganya. ‘’Suamiku mendukung keterlibatanku di seni akting. Begitu juga dengan peran-peran yang aku bawakan selama ini,’’ tambahnya. Tentang obsesi ke depan, Cut Sarah ingin terus eksis. Salah satu cara adalah dengan menerima peran-peran yang lebih menantang lagi. (mv.com)
Angkat Pendatang Baru, tak Mau sekadar Jadi APA yang harus dilakukan pendatang baru saat memasuki dunia rekaman? Mungkin banyak yang berpikir, yang penting punya album rekaman dulu. Soal kualitas atau hal lain, urusan belakangan. Namun hal itu dibantah Martinus, penata rekaman lagu pop Bali yang belakangan mencoba untuk menyanyi. ‘’Biar pendatang baru, bukan berarti sekadar jadi atau asal-asalan,’’ ujarnya mengomentari peluncuran album perdana kelompok Tang Ting Mas, yang diberi judul ‘’Anglanglang Semara’’. Kelompok ini sendiri menghadirkan tujuh penyanyi, termasuk Martinus dan Gex Dewi (sebelum ini sempat mendukung rekaman ‘’Pekak Trendy’’). Selebihnya, lima penyanyi lain adalah pendatang baru semua. Mereka adalah, Mahesa, D. Wirata, Gex Honey, Gex Siska dan dan Gex Laxmi. ‘’Walau pendatang baru, dalam hal tarik suara mereka punya kemampuan yang bisa diandalkan,’’ ujar Martinus. Menurutnya, nama-nama tersebut dipilih setelah melalui ‘’seleksi’’ kemampuan. Keseriusan untuk menghasilkan album rekaman yang tak asal jadi, juga menjadi penyebab kenapa album itu baru rampung digarap setelah empat bulan. ‘’Ketemu dengan para penyanyi itu juga secara kebetulan saja. Misalnya ada tetangga, ada yang memang menjadi penyanyi di gereja. Namun kemampuan mereka boleh diadu,’’ ujar Martinus. Ketika ditanya lagu mana yang dijadikan unggulan, Martinus mengaku tak ada yang diunggulkan, karena semuanya diharapkan bisa menjadi hits. Martinus sendiri menyanyikan lagu seperti ‘’Teruna Lacur’’, ‘’Tresna di Warung’’, dan duet dengan Gex Siska untuk lagu ‘’Janji Tresna’’. Ketika ditanya mana yang lebih enak, menata musik atau menyanyi, Martinus hanya tersenyum. ‘’Menyanyi enak juga. Kalau menata musik kerjanya lebih berat,’’ katanya. Drs. IB Putu Adriana, produser sekaligus yang menciptakan seluruh lagu di album ini menambahkan, ‘’Anglanglang Semara’’ yang merupkan produksi kedua Apels Studio memang digarap khusus sebagai album yang sarat dengan nuansa cinta atau asmara anak muda. Ini yang membedakannya dengan produk pertama Apels Studio, ‘’Pekak Trendy’’ oleh Apel’s Junior. Dikatakan, jika lagu-lagu Apels Junior lebih mengarah kepada masalah sosial kemasyarakatan dan kritik, maka lagu-lagu kelompok Tang Ting Mas diarahkan ke kisah-kisah asmara. ‘’Yang agak beda, kami mencoba membuat 11 lagu dalam album ini sebagai satu kesatuan, satu rangkaian kisah asmara. Jadi antara lagu pertama dan seterusnya, ada keterkaitan kisah. Secara keseluruhan bisa dikatakan anglanglang semara, atau petualangan cinta,’’ papar IB Putu Adriana. Ketika ditanya apakah munculnya penyanyi-penyanyi cantik di album ini sebagai pemikat tersendiri atau sekadar pemanis, baik Martinus maupun IB Putu Adriana menolak. ‘’Kebetulan saja mereka cantik, tapi bukan berarti kami jual tampang. Mereka punya kemampuan menyanyi yang bisa diadu kok,’’ kilah Martinus. (231)
|
||||
Alamat Redaksi Jalan Kebo Iwa No. 63 A Denpasar Barat. Telepon 0361-416669 (Hunting) Fax 0361-416679