![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
Kamis, 17 Oktober 2002 |
|||||
|
|
|||||
| Index Berita Hari Ini : | ||||||
|
|
|
’’Ngenteg Linggih’’ Ratu Gede Penyarikan Banjar Kehen BERTEPATAN dengan Kajeng Kliwon Enyitan Wuku Gumbreg, krama Banjar Adat Kehen, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, melaksanakan karya pemelaspas lan padudusan, mamungkah, ngenteg linggih Ratu Gede Penyarikan banjar setempat. Manggalaning karya I Wayan Kawiana Putra mengatakan pelaksanaan upacara tersebut sehubungan dengan rampungnya pembangunan fisik. Pembangunan Bale Banjar Kehen sudah sesuai dengan konsep Tri Hita Karana dan Tri Mandala, walaupun luasnya hanya 450 m². Di mandala utama sudah dibangun pelinggih Ratu Gede Penyarikan, bale gede dan bale kulkul. Di madya utama dibangun bale banjar, bale gong, podium serta pelinggih Padma Durga Maya. ‘’Pembangunan fisik kami laksanakan secara bertahap sejak 21 April 2001 lalu. Menghabiskan dana tidak kurang dari Rp 541.200.000,’’ katanya. Dana pembangunan bersumber dari swadaya masyarakat, para donatur, pinjaman lunak dari krama banjar dan bantuan Gubernur Bali serta Wali Kota Denpasar. Rampungnya pembangunan bale banjar ini berkat kebersamaan krama banjar adat, yang mengacu pada prinsip segilik seguluk diwujudkan dengan gotong-rotong. Kawiana Putra menambahkan, eedan karya sudah dilaksanakan Buda Umanis Kulantir (2/10) lalu dengan upacara nyukat genah. Karya akan berakhir pada Pon Julungwangi (3/11) dengan nyegara gunung. Biaya karya pemelaspas lan padudusan, memungkah, ngenteg linggih Ratu Gede Penyarikan tersebut mencapai Rp 150 juta. Kawiana juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Denpasar Puspayoga atas bantuannya, baik materiil maupun moral. (ast)
|
||||
Alamat Redaksi Jalan Kebo Iwa No. 63 A Denpasar Barat. Telepon 0361-416669 (Hunting) Fax 0361-416679